Teruntuk Ibu Rumah Tangga dan Mereka yang Berencana Menjadi Salah Satunya

Teruntuk Ibu Rumah Tangga dan Mereka yang Berencana Menjadi Salah Satunya

Terkadang bagi seorang ibu rumah tangga, sering muncul rasa seperti ini, “Kenapa kok aku cuma begini-begini saja, ya?” Atau, “Duh, bolak-balik cuma ngurusin anak sama suami saja!” Atau lagi, “Coba kalau dulu aku tetap kerja… Ehm…pasti deh enggak kayak gini!”

Setiap muncul “sang rasa minder” yang berbahaya ini, badan terasa lemas tak bertenaga, tak bersemangat, dan semua terlihat negatif. Ujung-ujungnya, rumah jadi berantakan, anak-anak tidak terurus. Malah lebih buruk lagi, penampilan jadi semerawut karena jadi malas merawat diri sendiri.

Hampir semua orang, di dunia ini—terutama ibu-ibu rumah tangga yang full-time mengurus rumah dan anak-anak—pernah mengalami hal seperti ini. Karena minder, banyak ibu rumah tangga yang pada akhirnya menutup diri dan menolak untuk bertemu dengan teman-teman sepermainan dahulu. Namun jangan khawatir karena masa-masa sulit tersebut sebenarnya bisa dilewati dengan langkah-langkah yang tepat.

The Happy Dept akan memberikan pencerahan bagi mereka yang berfikir sebagai just the ordinary housewife. Jangan sampai Anda menjadi desperate housewife.

Jangan pernah membandingkan suami, anak-anak, dan rumah yang Anda miliki dengan suami, anak-anak, dan rumahnya ibu-ibu lain.

Seperti pepatah “rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau”,  suaminya ibu-ibu lain mungkin terlihat lebih ganteng dari suami Anda yang setiap hari Anda lihat…. Sadari bahwa suami, anak-anak, juga sahabat-sahabat Anda hanyalah manusia biasa. Mereka punya kelebihan juga punya kekurangan, sama seperti Anda.

Jadi, jangan terlalu berharap mereka akan sempurna seperti yang Anda harapkan. Maklumi saja kekurangan yang dimiliki oleh keluarga Anda. Yang paling penting adalah bagaimana caranya Anda menjadi istri yang baik, yang dapat dipercaya oleh suami dan anak-anak, tanpa menuntut mereka terlalu banyak.

Jangan pernah mengeluh, karena keluhan bukannya menyelesaikan masalah, malah makin membuat Anda merasa “terpuruk”.

Berhentilah menonton sinetron! Karena, walaupun kadang berdasarkan kisah nyata, sinetron akan membuat kita makin tidak berpijak ‘di dunia nyata’.

Kalaupun mau menonton televisi, temukanlah acara-acara yang ‘positif’ seperti misalnya acaranya Oprah Winfrey. Di acara itu kadang-kadang ada cerita tentang perjuangan seorang ibu yang anaknya divonis tidak dapat berjalan, ternyata dengan keyakinan dan kerja keras serta doa sang ibu malah vonis itu tidak berlaku. Dengan kisah-kisah seperti itu, mungkin kita dapat lebih bersyukur karena ternyata ‘di luar sana’ banyak orang yang tidak seberuntung kita.

Perbanyaklah membaca, bukan hanya resep-resep makanan sehat yang membuat suami betah di rumah, atau membuat anak-anak sehat saja.

Bukan hanya buku-buku tentang mengatur bagaimana supaya gaji suami cukup untuk dihabiskan sebulan. Tetapi bacalah juga buku-buku yang isinya ‘memotivasi’ kita untuk lebih percaya diri. Contoh, buku-buku kisah sukses ordinary people yang berubah menjadi extra-ordinary people, melalui hobi mereka menulis, hobi mereka belanja, dan lain-lain.

Perbanyaklah peduli pada orang-orang yang ‘kelihatannya’ lebih susah dari Anda. 

Contohnya, pembantu rumah tangga Anda yang harus meninggalkan anak-anaknya di rumah untuk membantu mencuci atau membersihkan rumah. Intinya adalah ‘menyadari bahwa ada orang lain yang lebih tidak beruntung dari diri kita.

Banyak bersedekah karena bersedekah membuka jalan yang tertutup.

Percaya atau tidak percaya, setelah memberikan suatu sedekah bagi orang lain, kebaikan akan datang pada Anda. Seluruh agama di dunia mengajarkan untuk banyak bersedekah dan berbagi. Bahkan orang sukses yang mengaku tidak punya agama pun gemar bersedekah dan berbagi. Setidaknya, memberi orang lain kebahagiaan pada akhirnya akan membuat Anda merasa lebih baik dan bahagia.

Buat hobi baru

Yang senang membaca, coba belajar untuk menulis. Yang senang menjahit atau memasak, coba tawarkan jahitan atau masakan ke tetangga-tetangga. Siapa tahu setelah coba-coba malah menghasilkan sesuatu. Bukan hanya meningkatkan rasa percaya diri tetapi juga menambah penghasilan.

Bergabunglah dengan kelompok-kelompok kegiatan yang anggotanya ibu-ibu rumah tangga

Buat kelompok sesama ibu rumah tangga yang berhobi sama, misalnya kelompok ibu yang senang menanam, kelompok membaca, kelompok menulis, dan kelompok memasak, tetapi jangan kelompok arisan ya, hehehe…. Sehingga, kita bisa saling bertukar pendapat, bertukar pengalaman, dan saling menyemangati.

2 likes

Related Post

Baca juga :  Apakah Sonya Depari Pantas Mendapat Cyberbullying?

Leave a Reply