Ternyata Punya Mobil Mewah Belum Tentu Bikin Bahagia

Ternyata Punya Mobil Mewah Belum Tentu Bikin Bahagia

Saat ini, mobil bukan hanya sekedar kendaraan tapi juga simbol status sosial. Banyak orang bermimpi mengendarai mobil mewah karena mobil mewah dapat menimbulkan rasa keren dan memancing rasa iri dari orang-orang yang melihatnya. Seringkali pengaruh media yang mengekspos kehidupan public figure dengan mobil mewah pada akhirnya membuat banyak orang berangan-angan ingin mencontohnya. Pernahkah terpikir oleh Anda, “Ah, seandainya aku punya mobil mewah itu.”

Bahkan tak jarang orang lebih mementingkan untuk menabung demi mendapatkan mobil mewah daripada menabung untuk investasi yang lebih menguntungkan seperti rumah ataupun bisnis franchise.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda setuju bahwa mobil mewah dapat mendatangkan kebahagiaan?

Ternyata, punya mobil mewah belum tentu membuat Anda bahagia.  Pada akhirnya, mungkin benar istilah bahwa uang terkadang tak bisa membeli kebahagiaan. Survei yang dilakukan salah satu perusahaan asuransi di Inggris membuktikan apakah ada korelasi antara mobil dan kebahagaiaan.

Banyak yang menganggap, semakin mahal dan spektakuler mobil, semakin membuat pemiliknya happy. Tapi hasil survei justru mengatakan sebaliknya!

Penelitian menunjukan mobil mewah justru bikin pemiliknya stres!

Penelitian membeberkan analisa Motoring Cencus 2012 yang melibatkan ribuan pemilik mobil mewah di Eropa. Hasilnya? Penelitian ini pada ahirnya menganjurkan para pemilik mobil stop bermimpi menaikkan level mobil yang dimilikinya menjadi supercar sekelas Ferrari, karena hanya hanya 57 persen pemilik Kuda Jingkrak yang bahagia setelah membawanya pulang ke garasi.

Justru para pemilik BMW yang menyatakan sangat menikmati memiliki mobil buatan Jerman ini dengan 82 persen yang menyatakannya. Disusul Aston Martin dan Lexus dengan 78 persen, lalu Seat, Peugeot, Honda, dan Renault masing-masing 75 persen. Alasannya sederhana, tak nyaman dipakai hingga besarnya biaya perawatan.

Baca juga :  11 Kata Kata Bijak ini Dapat Mengarahkan Anda pada Kesuksesan

Tapi menurut penelitian, yang paling dikeluhkan adalah soal biaya yang membuat nilai kenikmatan memiliki mobil jadi berkurang, dan itu dibeberkan responden yang menyatakan tak bahagia punya Ferrari.

super car
super car

Ingat selalu bahwa kebahagiaan adalah faktor penting bagi pemilik mobil.

Alhi juga mengatakan bahwa pengemudi yang tak bisa menikmati mobilnya atau tidak bahagia memicu stres di jalan dan sulit berkonsentrasi ketika menyetir. Ini meningkatkan risiko kecelakaan.

Pengemudi yang menaiki mobil lebih murah tapi kuat dan bertenaga mungkin lebih membahagiakan karena dinilai masuk kategori murah untuk urusan asuransi. Dan ini membuat mereka bisa melebarkan senyum.

Bagi Anda yang tidak memiliki mobil mewah, janganlah bersedih hati. Bersyukurlah dengan apa yang Anda miliki sekarang. Mobil yang biasa aja dan sudah tua, bahkan sekedar sepeda motor, bisa memberikan kebahagiaan yang lebih bermakna dibandingkan mobil mewah yang bikin repot pemiliknya.

sumber: Kompas

4 likes

Related Post

Leave a Reply