Selalu Ingat Kasih Sayang Orang Tua

kasih sayang orang tua

Kedua orangtua adalah sosok panutan kita, sebelum kita bersentuhan dengan dunia luar. Mereka adalah orang pertama yang kita tiru semua gerak geriknya saat masih menjadi anak-anak. Mereka adalah dunia kita, idola sekaligus pahlawan kita saat itu. Kemudian waktu sedikit merubah kita.

Tanpa kasih sayang, perhatian dan dasar hidup yang mereka tanamkan, kita bukanlah siapa-siapa. Mereka tak pernah berhitung, terhadap waktu dan tenaga yang telah mereka gunakan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya. Demi melihat masa depan anak-anaknya lebih baik dari yang mereka punya.
Mereka tak menuntut balasan apapun. Paling hanya satu permintaan kecil yang disebut pesan kepada anak-anaknya,”jika nanti kau sudah sukses dan bisa meraih semua mimpi, jangan sombong dan jangan pernah lupa sama keluargamu”. Permintaan itu bukan berarti meminta balasan berupa materi. Bukan! Itu sebuah akar kuat yang mereka persiapkan jika suatu saat kita tumbuh jadi pohon yang besar dan rindang.

Perhatian dan kasih sayang dari anak, menantu, dan cucu, saat mereka sudah tak bisa memberikan apapun kepada anak-anaknya kecuali do’a, itu sangat lebih dari cukup bagi mereka.
Sebagian besar dari kita baru menyadari dan memiliki waktu untuk memikirkan kedua orantua saat mereka sudah dipenghujung usia senjanya. Atau bahkan timbul penyesalan setelah mereka tiada.
Baru menanyakan dan sibuk membelikan makanan enak menurut kita, saat gigi mereka sudah tak bisa dipergunakan dengan baik untuk mengunyah. Saat selera makan mereka sudah menghilang.
Atau baru tersadar untuk menawarkan dan mengajak mereka jalan-jalan saat mereka sudah tak lagi kuat untuk berjalan jauh dan penglihatan mereka sudah mulai rabun.

Baca juga :  Realita Kehidupan Setelah Menikah

Walau mereka tak pernah menolak, mengeluh atas semua yang kita berikan, tapi alangkah baiknya, kita mulai memberikan kebahagian kepada mereka dengan menyicilnya, saat mulai bisa membedakan baik dan buruk.
Bisa diawali dengan menunjukkan prestasi di sekolah. Memberi ‘hadiah’ kecil ketika sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri. Setelah cukup banyak waktu untuk mereka, barulah memikirkan membina keluarga sendiri dengan jodoh yang juga mereka restui. Tak pernah cukup waktu di dunia untuk membalas semua yang telah orangtua lakukan untuk anak-anaknya.

Semoga kita jangan sampai terlambat menyadari keberadaan orangtua. Apalagi bagi seorang anak laki-laki. Walau mereka sudah sangat senang melihat keberhasilan kita, tapi jangan lupa, kita punya kewajiban terhadap mereka .

Elisa Agustin Tanzil, penulis artikel ini adalah kontributor/featured writer yang memenangkan Kompetisi Menulis Artikel mingguan thehappydept. Anda juga ingin menulis artikel di thehappydept.com? Segera kirim karya Anda lewat halaman berikut: http://thehappydept.com/registrasi-kompetisi-menulis-artikel/

  like this

Related Post

Leave a Reply