Rumah atau Apartemen, Pilih yang Mana?

apartemen atau rumah

Entah ingin ditinggali atau justru sekadar investasi, dihadapkan pada dua pilihan (rumah atau apartemen) sering kali membuat Anda bingung. Apalagi bila dilihat dari aspek untung dan rugi. Bagaimanapun, keduanya memiliki porsi yang sama. Di tengah maraknya pengembang yang menawarkan beragam fasilitas properti menggiurkan, timbul pertanyaan: lantas, harus pilih yang mana?
Membeli hunian atau properti sendiri sesungguhnya merupakan proses yang gampang-gampang susah. Mudah, jika sudah mengetahui sejak dini, keinginan dan kebutuhan Anda. Sebaliknya, jika Anda tidak cermat dan asal memutuskan, membeli rumah ataupun apartemen bisa jadi bumerang yang menimbulkan kerugian.
Untuk memudahkan, berikut adalah enam pertimbangan yang dapat membantu Anda memutuskan, memilih rumah atau apartemen.

1. Harga dan Luas Lahan

Dengan harga A, saya bisa mendapatkan rumah seluas B. Bandingkan, jika saya membeli apartemen, yakni dengan harga X, dan luas Y.
Sebelum memutuskan, cobalah untuk bertanya kepada diri Anda sendiri, apakah harga yang ditawarkan setimpal dengan luasan lahan properti yang Anda terima?
Tentu saja, tolok ukur “setimpal” sendiri bervariasi. Namun, coba bandingkan ulang dengan beberapa indikator, seperti risiko keamanan, jarak lokasi dengan tempat kerja, fasilitas gratis yang ditawarkan (kolam renang, playground, fitness center, dsb), hingga kenyamanan pribadi.

2. Lokasi

Lokasi memegang peranan penting dalam menentukan “nilai” sebuah properti. Ada banyak pertimbangan terkait lokasi yang bisa Anda gunakan, misalnya apakah rumah/apartemen tersebut dekat dengan kantor, tempat rekreasi, fasilitas publik (sekolah, rumah sakit, dsb), atau berada di pusat kota?
Nah, jika Anda tergolong orang dengan mobilitas tinggi, membeli apartemen bisa jadi pilihan. Apalagi, mayoritas apartemen biasanya berada di pusat kota atau tempat strategis. Hitung-hitung menghemat waktu dan mengurangi stres akibat macet, bukan?

Baca juga :  Tips Dekorasi Rumah Idaman dengan Desain Minimalis

3. Legalitas

Jangan lupa soal legalitas properti Anda. Ini bisa diukur dari tersedia/tidaknya sertifikat properti yang legal, misalnya dengan memperhatikan apakah sertifikat yang disediakan adalah SHM (Surat Hak Milik), HGB (Hak Guna Bangunan) atau justru HPL (Hak Pengelolaan Lahan).

4. Privasi

Adanya pembatasan akses masuk dan tinjauan kamera CCTV selama 24 jam penuh menjadikan apartemen dikenal mempunyai tingkat keamanan yang tinggi. Namun, hal ini tidaklah berarti mutlak. Tidak bisa dimungkiri, kini ada pula beberapa wilayah perumahan yang dilengkapi oleh petugas keamanan maupun pembatasan akses.

5. Biaya Perawatan

Pertimbangkan pengeluaran ekstra yang harus Anda sisihkan per bulannya, seperti:
Rumah: biaya perawatan bangunan, biaya kebersihan, telepon, listrik, air, pajak tanah, pajak bangunan, dsb.
Apartemen: biaya listrik, air, pemeliharaan, biaya cadangan, telepon, dsb.

6. Bersifat Cair atau Tidak?

Bagi yang membeli lantaran ingin berinvestasi, ada baiknya untuk mempertimbangkan ulang, apakah properti Anda bersifat cair atau justru tidak. Cair di sini, adalah mudah dijual—dan tentu saja: mendatangkan keuntungan.
Itulah enam pertimbangan dalam memilih rumah atau apartemen sebagai lokasi investasi maupun tempat tinggal. Di sini, harus diingat, apa pun jenis properti yang Anda pilih, diharapkan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan, dan bujet yang Anda miliki.

1 like

Related Post

Leave a Reply