Realita Kehidupan Setelah Menikah

Kehidupan setelah menikah

Sebelum menikah, seseorang berandai-andai bagaimana rasanya menjalani kehidupan pernikahan dengan orang yang dicintai. Namun banyak pula yang merasa takut akan perubahan besar yang terjadi setelah mereka menikah.

Membina rumah tangga bukan perkara mudah bagi setiap orang, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali menjalani mahligai perkawinan. Pernikahan bukan hanya sekedar perubahan status dari yang semula single menjadi married.

Pernikahan menjadi sebuah tahapan dalam kehidupan dimana seseorang akan mengalami perubahan dari banyak segi kehidupan. Banyak kebebasan dan kesenangan pribadi yang pada akhirnya harus dikorbankan. Namun semua itu terbayarkan oleh sebuah pengalaman pernikahan yang luar biasa.

Berikut adalah realita kehidupan yang terjadi setelah Anda menikah.

Berat Badan Berubah, Bisa Lebih Kurus atau Lebih Gemuk

Perubahan berat badan menjadi lebih gemuk setelah menikah sering terjadi pada seseorang, terutama wanita. Faktor utama adalah kesibukan rumah tangga yang pada akhirnya membuat wanita lupa untuk menjaga berat badan idealnya. Mengurus suami dan anak bukanlah hal mudah dan dapat menguras waktu. Pada akhirnya wanita lupa untuk merawat dirinya. Tak sama seperti dulu ketika masih lajang, seolah olah diet dan olahraga adalah fokus utama untuk tampil cantik.

Namun adapula yang justru berkurang berat badannya. Bertambah kurus bukan berarti stres dan tidak bahagia. Kesibukan berumah tangga yang begitu banyak dipadukan dengan pekerjaan sehari hari yang menumpuk bisa membuat orang lebih terkuras energinya. Tubuh yang semakin lelah dan kurus pun tak terhindarkan. Namun yang terpenting adalah untuk tetap menjaga kesehatan. Perubahan berat badan bukanlah masalah asalkan Anda tetap menjaga kesehatan Anda.

Baca juga :  5 Rahasia Bahagia yang Tak Disangka-Sangka

Pola Pikir Menjadi Lebih Berkembang

Sebelum menikah pemikiran seseorang lebih terfokus pada diri sendiri. Otak lebih fokus pada karir, pekerjaan, serta self-improvement. Tanggung jawab pun lebih terhadap diri sendiri dan bukan orang lain. Namun setelah menikah, terjadi perubahan pola pemikiran. Segala keputusan yang Anda perbuat akan melibatkan kepentingan pasangan dan anak-anak Anda. Sehingga pada akhirnya masalah-masalah pun ditangani dengan melibatkan pemikiran pasangan, baik itu tentang pekerjaan, hobi, minta, hingga pertemanan. Anda tak lagi dapat menyebut “saya” melainkan “kita”.

Pengelolaan Keuangan Jadi Lebih Matang

Uang menjadi hal penting yang harus dikelola bersama pasangan. Anda tak bisa lagi menghabiskan uang untuk kepentingan pribadi Anda. Prioritas keuangan Anda adalah untuk keluarga, baik itu untuk membeli rumah atau membayar sekolah anak. Anda dan pasangan pun cenderung akan lebih banyak menabung untuk kepentingan masa depan.

Namun Anda juga harus hati hati karena uang adalah masalah yang sangat sensitif antara suami istri. Anda harus mendiskusikan pengelolaan keuangan dengan baik dan bijaksana. Menikah bukan berarti Anda akan bertambah kaya atau bertambah miskin. Menikah berarti Anda dan pasangan siap bertanggung jawab akan masa depan.

Peran dalam Hidup Semakin Terfokus

Apakah peran hidup Anda? Sebelum menikah, Anda lebih terfokus pada peran Anda sebagai anak, ataupun peran Anda dalam karir. Setelah menikah, peran Anda pun bertambah, entah itu sebagai suami, istri, maupun orang tua. Peran dalam rumah tangga akan sangat berpengaruh pada kehidupan Anda. Untuk memenuhi peran Anda secara maksimal, Anda harus berusaha lebih keras dari sebelumnya. Misalkan fokus menjalani peran suami dengan usaha terbaik untuk menjadi tulang punggung keluarga. Fokus menjalani peran istri dengan usaha terbaik untuk merawat dan membahagiakan suami. Apalagi dalam menjalani peran sebagai orang tua, tanggung jawab yang ditanggung pun makin berat dalam hal mengasuh anak. Namun peran dalam keluarga ini justru dapat membuat kualitas hidup Anda menjadi lebih bermakna.

Baca juga :  Bercanda Memang Bikin Ketawa Bahagia. Tapi Cermati Aturannya Ya!

Waktu Kebersamaan dengan Teman/Sahabat Berkurang

Sewaktu single, nongkrong bersama sahabat sudah menjadi kebiasaan rutin yang tak terlewatkan. Dulu Anda pun bebas menentukan kapan dan dimana Anda ingin berkumpul dengan teman-teman Anda. Namun setelah menikah, kegiatan ini terpaksa harus banyak Anda tinggalkan. Alasan paling umum biasanya adalah untuk menghindari konflik dengan pasangan. Selain itu kesibukan berumah tangga juga membuat Anda seringkali tak bisa mengikuti acara nongkrong bersama sahabat. Pasangan yang baik akan memberi kebebasan yang dilandasi tanggung jawab dibandingkan memberi larangan dan mengekang. Kegiatan nongkrong bisa tetap Anda jalani asalkan Anda dan pasangan dapat mengkomunikasikan kepentingan masing masing secara baik.

Nah bagaimana dengan Anda? Apakah nongkrong dengan sahabat masih menjadi rutinitas yang penting bagi Anda setelah menikah? Ikutilah polling berikut ini.

4 likes

Related Post

One thought on “Realita Kehidupan Setelah Menikah

Leave a Reply