Percakapan Antara Cacing Tanah dan Manusia

cacing dan manusia

Suatu hari, terjadilah percakapan antara cacing tanah dan manusia :

Cacing tanah : “ Aku kecil dan kotor. Orang-orang takut untuk mendekatiku. Rasanya hidupku tidak berguna. Untuk apa aku hidup? “

Manusia : “ Hei cing, kamu itu keren banget lhoo! Lubang yang kamu buat di tanah menjadikan sirkulasi di tanah lancar. Kotoran kamu adalah penyubur tanah yang paling handal. Bahkan, jasad kamu sangat mujarab untuk obat tipus dan diare.”

Jika saja cacing tau betapa sangat penting perannya bagi dunia, mungkin dia akan lebih rajin melubangi tanah setiap harinya. Mungkin dia akan rutin menjaga diri agar tetap sehat karena akan diolah menjadi obat-obatan nantinya. Mungkin dia akan membangkitkan kepercayaan diri cacing lainnya agar lebih bersemangat menjalani hidup. Mungkin tanah-tanah akan semakin subur dan hasil panen semakin melimpah. Manusia mendapat makanan sehat dan petani mendapat untung berlipat. Betapa besar dampak yang dihasilkan, hanya karena pola pikir cacing berubah !

Ya.. kisah diatas hanyalah fiksi belaka. Kisah sederhana tapi begitu dekat dengan kehidupan kita. Banyak orang yang tidak pernah tau “nilai dirinya” bahkan hingga meninggal dunia. Yang terjadi justru mereka merasa pesimis dan tidak berguna. Padahal, jika saja kita tau betapa “ spesial dan berharganya’’ kita, bukan hanya hidup kita yang berubah namun juga orang-orang lain disekitar kita. Lantas, bagaimana caranya kita bisa tau “nilai” atau potensi diri kita yang sesungguhnya?

1. Teruslah ingat : Setiap orang punya peran positif di dunia

Tau kan makhluk yang bernama virus? Walaupun dikenal sebagai pembawa penyakit, ternyata ia memiliki banyak peran penting dalam teknologi kedokteran. Dalam pembuatan vaksin misalnya.

Baca juga :  12 Selebriti ini Bersyukur dengan Mobil "Murah" dan "Sederhana".

Virus yang ukurannya kurang dari satu sel itu diberi tugas mulia oleh Sang Pencipta. Apalagi hidup kita yang terdiri dari berjuta-juta sel serta dilengkapi akal, pikiran dan perasaan. Yuk, mulai yakini dan belajar bersyukur ya !

2. Miliki sahabat dan komunitas yang benar

Kita adalah makhluk sosial. Kita butuh orang lain untuk membantu mengingatkan kita tentang “nilai” diri kita yang berharga. Orang-orang ini juga yang dengan tulus akan membantu kita menilai kelebihan atau talenta yang kita miliki. Dari sinilah kita mulai bisa menemukan potensi kita yang sesungguhnya. Yuk mulai ngobrol dengan teman baik kita. Tapi jangan lupa, kita juga harus menjadi sahabat yang baik dan tulus untuk sahabat-sahabat kita ya..

3. Jangan iri dengan talenta orang lain

Ibarat panggung sandiwara, masing-masing orang memiliki peran yang berbeda dalam kehidupan. Itulah mengapa, kelebihan tiap orang pun berbeda. Kalau kita melihat orang lain begitu unggul dalam menyanyi, jangan iri. Justru kita jadikan penyemangat agar kita fokus dan lebih memaksimalkan potensi diri kita dalam menulis. Kita tidak perlu menjadi orang lain kok. Semua bisa hebat dengan keunikannya.

4. Perubahan hidup adalah pelajaran setiap hari

Proses memperbaiki diri adalah proses seumur hidup. Tak jarang kita menemui perkataan atau hal-hal yang bisa meruntuhkan semangat bahkan membuat kita kembali pesimis. Tak apa berhenti sebentar, kembali berpikir positif dan kembalilah melesat dengan potensi luar biasa yang kita miliki. Jangan lupa terus membuka diri dengan hal-hal baru untuk dipelajari ya..

Selamat bersinar !!!

Stella Florensia, penulis artikel ini adalah kontributor/featured writer yang memenangkan Kompetisi Menulis Artikel mingguan thehappydept. Anda juga ingin menulis artikel di thehappydept.com? Segera kirim karya Anda lewat halaman berikut: http://thehappydept.com/registrasi-kompetisi-menulis-artikel/

Baca juga :  6 Alasan Baca Buku Bisa Bikin Bahagia
  like this

Related Post

Leave a Reply