Kisah Inspiratif: Kasih Ibu Pembuka Pintu Sukses

sukses berkat ibu

Ia berhasil membawa perusahaan jamu yang dipimpinnya ke kancah internasional. Jamu produksinya telah menembus pasar mancanegara. Menariknya, ia membolehkan karyawan usia 70 tahun tetap bekerja di perusahaannya. Ia juga rutin menggelar mudik gratis (lebih dari 25 tahun). Tak aneh jika Forbes memasukkannya dalam daftar orang kaya Indonesia yang berhati budiman. Siapakah ia? Ya, ia adalah Irwan Hidayat, bos perusahaan jamu terbesar di Indonesia.
Posisi puncak yang dicapai Irwan saat ini tentu tidak didapa dengan mudah begitu saja. Irwan berbagi cerita tentang bagaimana ia melewati masa-masa sulit dan arti sosok ibu baginya.

 

Pada mulanya Irwan enggan menggeluti industri jamu rumah tangga yang dirintis oleh neneknya. Dapat dikatan Irwan ‘terpaksa’ terjun ke dunia jamu. Menurutnya, selepas SMA ia bingung tidak tahu harus bekerja apa. Ia akhirnya memilih ikut menumbuk jamu setiap hari. Ia mengaku sangat bosan dan ingin cepat-cepat meninggalkan pekerjaan itu.

 
Hingga sampailah ia pada satu di mana ia dapat mencintai jamu dan pekerjaannya. Alkisah, pada tahun 1969 Irwan menderita sakit berkepanjangan. Dua minggu ia diserang tifus. Begitu sembuh ia terjangkit penyankit yang sama hingga harus menginap di RS Elizabeth Semarang selama 14 bulan. Berat badannya tinggal 32 kg saat itu. Ia masih harus melanjutkan istirahat selama 8 bulan di RS Telaga Reja Semarang. Demamnya tinggi, ada infeksi paru-paru, ginjal, darah tinggi, dan kencing manis.

 

 

Begitu sembuh total Irwan mengaku trauma melihat rumah sakit dan mendengar orang-orang membicarakan penyakit. Di saat itulah ‘pencerahan’ itu datang.
Meski demikian, ujian belum berhenti menerpa. Tahun 1974, perusahaan jamu milik keluarga Irwan terlilit hutang, penjualan makin anjlok. Pada saat-saat seperti itu, sang ibu justru makin keras bekerja dan berdoa, mendampingi anak-anaknya mengurus perusahaan. Tahun 1988 kejadian serupa kembali terulang dan sang ibu kembali berbuat hal yang sama.

Baca juga :  Simak Tiga Tips Sukses Wawancara Kerja Berikut!

Irwan dan saudara-saudaranya pernah meminta sang ibu untuk beristirahat dan berhenti bekerja. Tapi apa jawaban sang ibu? Ya sudah, kalau aku tidak kalian butuhkan lagi, silakan urus sendiri perusahaan ini. Ternyata, setelah ibunya beristirahat, kondisi psikis dan fisik sang ibu justru merosot. Mereka akhirnya meminta sang ibu bekerja kembali.

 
“Saya baru sadar, ternyata orang menjadi sangat miskin ketika merasa tidak dicintai lagi, tidak dibutuhkan lagi, tidak berarti lagi. Rupanya, niat baik kami salah. Pengalaman ini yang membuat saya berani mengatakan, saya bisa meniti karier saya ke puncak bukan karena saya pintar, tetapi karena saya mempunyai ibu yang baik,” ujar Irwan.
Di beberapa kesempatan Irwan selalu mengatakan: Kalau Anda bisa sukses, itu karena ada tangan yang tidak terlihat, invisible hand. Yang harus diingat, ada orang yang mendoakan Anda. Dalam hidup tidak ada yang kebetulan. Semua sudah diatur oleh Tuhan.

 

Abraham ZZ, penulis artikel ini adalah kontributor/featured writer yang memenangkan Kompetisi Menulis Artikel mingguan thehappydept. Anda juga ingin menulis artikel di thehappydept.com? Segera kirim karya Anda lewat halaman berikut: http://thehappydept.com/registrasi-kompetisi-menulis-artikel/

3 likes

Related Post

Leave a Reply