Kisah Inspiratif: Cinta Seorang Ibu yang Tulus Dapat Mengubah Segalanya

Kisah Inspiratif: Cinta Seorang Ibu yang Tulus Dapat Merubah Segalanya

Kisah inspiratif berikut ini datang dari seorang ibu beranak tiga di Inggris. Pada 5 Oktober 2015, Sally-Anne Millard mengunggah video awareness mengenai sebuah kondisi langka bernama Exomphalos yang diderita anak sulungnya, Daniel Millard.
Dalam waktu singkat, video tersebut mengundang banyak perhatian dan simpati Youtuber.

Awal Mula

Perasaan bahagia yang dirasakan Sally-Anne dan Simon seketika pudar. Saat usia kehamilan Sally-Anne memasuki usia 12 minggu, kunjungan pertama mereka ke dokter berubah menjadi mimpi buruk.
“Anak kalian memiliki penyakit yang sangat serius, sebaiknya kalian pertimbangkan pilihan untuk menggugurkannya.”
Hari itu, anak mereka divonis menderita suatu kondisi langka yang disebut Exomphalos Major atau Omphalocele – hati, usus besar, usus kecil, dan bagian isi perut lainnya menonjol atau keluar di daerah pusar.
Kata-kata dokter saat itu seperti pisau yang menyayat hati Sally-Anne. Ibu mana yang sanggup membunuh bayinya sendiri? Sally-Anne merasa telah gagal sebagai ibu. Dia menyalahkan dirinya sendiri dan merasa putus asa. Apalagi, kunjungan mereka ke beberapa dokter lainnya tetap menyarankan hal yang sama, yaitu untuk menggugurkan kandungannya.
“Tapi aku melihat dia (anakku) berjuang, jadi kami putuskan untuk berjuang bersamanya”, tulis Sally-Anne. Perjalanan kehamilan yang berat pun dilalui Sally-Anne dengan dukungan penuh suaminya.

Kelahiran Daniel

Pada 7 Februari 2002, seorang bayi mungil pun lahir. Namun kondisi Daniel sangat lemah. Sally-Anne hanya diperbolehkan menggenggam tangan Daniel selama 10 menit saja, kemudian harus mengucapkan selamat tinggal karena Daniel akan dipindahkan ke rumah sakit lain.
“Aku tidak tahu, apakah akan bertemu dengan anakku kembali atau tidak. Perasaanku hancur, putus asa, dan aku sangat merindukan anakku.” tulis Sally-Anne.
Keajaiban pun terjadi, Daniel yang divonis hanya berumur 12 jam, dapat melewati masa kritisnya. Meskipun kondisinya masih lemah, untuk pertama kalinya Sally-Anne dapat memeluk anaknya.

Baca juga :  Kenali Alergi Makanan pada Anak Sebelum Terlambat

Operasi Pertama Daniel

Pada usia lima hari, Daniel harus melalui operasi pertamanya. Setelah operasi, Daniel harus masuk ITU (Intensive Therapy Unit) dan menggunakan mesin penyokong hidup.
Tapi kemudian masalah pertama muncul. Kulit Daniel tidak bisa menahan organ perutnya dan robek seminggu setelah operasi.
Berkat perawatan, kulit Daniel berangsur membaik. Pada usia 6 minggu, Daniel akhirnya diperbolehkan pulang dan setiap minggu harus memeriksakan diri ke dokter.
“Daniel akhirnya mencicipi makanan pertamanya, belajar berguling, serta berjalan”, tulis Sally-Anne.
Daniel semakin hari semakin kuat dan kunjungan ke dokter pun menjadi sebulan sekali. Pada usia 18 bulan, Daniel kembali menjalani operasi untuk menutup otot perutnya yang masih menonjol dan dia pun akhirnya memiliki perut yang rata.

Daniel Hari Ini

Daniel masih harus menjalani banyak pemeriksaan dan sebuah operasi hernia. Meskipun begitu, Daniel tumbuh menjadi anak yang kuat dan tegar. Dia bahkan bergabung di sebuah klub sepakbola yang diasuh oleh Manchester United.
“Dia masih menderita, tapi tidak seberat dulu. Aku hanya ingin orang-orang tahu bahwa kondisi seperti ini dapat terjadi pada siapa pun dan kapan pun. Jika mereka memiliki bayi yang lahir dengan kondisi seperti Daniel, aku harap mereka dapat melihat Daniel yang sekarang berusia 14 tahun dan sangat lincah di lapangan bola. Dia sangat menginspirasi” tutup Sally-Anne.

 

 

9 likes

Related Post

Leave a Reply