Ketika Wanita Harus Menjadi Kepala Keluarga Seperti Kisah Sheila Marcia

Happyzen, pernahkah terpikirkan oleh Anda beban yang harus ditanggung oleh wanita yang harus bekerja dan mengurus anak tanpa bantuan suami? Kejadian ini banyak terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Salah satu contoh yang bisa kita lihat adalah kehidupan aktris Sheila Marcia.

Munculnya permasalahan pelik yang tidak juga terselesaikan dalam biduk perkawinan yang dibangun sejak 27 April 2011, memaksa bintang film dan sinetron lawas berusia 26 tahun ini harus meninggalkan Kiki Mirano, suaminya.

Lantaran tak diberi nafkah  suami, pemain film Tentang Cinta ini mencari cara untuk tetap menghidupi anaknya. Dia pun mulai membuka usaha sulam alis. Bukan hal yang mudah tentunya untuk bisa berjuang menafkahi ke-3 anaknya dikala dia harus berjuang sendirian tanpa bantuan suami.

Kali ini thehappydept.com akan memberikan tips bagaimana seorang ibu bisa bertahan menjadi kepala keluarga. Tips ini tentu sangat bermanfaat bagi Anda yang mungkin sedang menjalani peran sebagai pencari nafkah sekaligus seorang ibu yang harus mengurus anak-anak.

Orang tua bekerja khususnya Ibu bekerja sering kali merasa bersalah ketika harus meninggalkan anak di rumah. Tidak perlu khawatir, dengan cara yang tepat, kita tetap bisa menjadi orang tua yang membesarkan anak dengan baik meskipun bekerja.

Tentu ada efek yang timbul ketika seorang ibu sibuk dengan pekerjaannya. Cara – cara yang bisa ditempuh oleh ibu yang bekerja adalah :

1. Manajemen waktu dengan baik

Hubungan Ibu dan anak memerlukan waktu yang berkualitas untuk berkumpul secara fisik. Waktu yang dibutuhkan tidak perlu lama, yang penting Ibu konsisten meluangkan waktu bersama anak setiap hari. Bekerjalah di lingkungan yang ramah terhadap keluarga. Maksudnya disini adalah mencari tempat kerja yang memikirkan keadaan keluarga, contohnya : jam kerja yang fleksibel bagi orang tua bekerja khususnya perempuan, memberikan cuti hamil yang ideal, adanya tempat penitipan anak di tempat kerja dan tidak banyak perjalanan bisnis keluar kota/negeri. Dengan fleksibilitas dan pengertian yang diberikan oleh perusahaan tempat kerja, kita bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk keluarga.

Baca juga :  Kenali 6 Obat Alternatif Penyakit Demam Berdarah Untuk Anak

Coba negosiasikan dengan atasan atau pihak SDM perusahaan untuk mengatur ulang jadwal kerja dengan memulai kerja lebih telat dan mengakhiri kerja lebih telat. Dengan begini, seorang ibu masih sempat untuk mengantar anak ke sekolah.

 

2. Jadikan waktu dengan anak sebagai pertemuan yang berkualitas

Sesingkat apapun kesempatan Ibu untuk berinteraksi dengan anak, berusahalah agar kesempatan tersebut tidak terbuang sia-sia. Yang bisa Anda lakukan adalah menyapanya dengan hangat saat tiba di rumah, menanyakan kejadian atau pengalaman yang dialaminya selama ditinggal, menjadi pendengar yang baik, berikan sentuhan fisik kepada anak seperti mengelus kepalanya, dan sisihkan juga waktu untuk membimbingnya belajar.

3. Jalin komunikasi yang baik dengan pihak yang mengurus anak

Saat bekerja, seorang Ibu biasa menitipkan anak kepada pengasuh, entah itu baby sitter, nenek ataupun sanak keluarga lainnya. Komunikasi yang baik sangat berpengaruh terhadap pelayanan kasih sayang sang pengasuh terhadap anak Anda, visi dan misi Anda dalam mendidik anak pun setidaknya akan dapat diterjemahkan oleh pengasuh itu sendiri.

4. Jangan ganti kasih sayang dengan uang

Sebagai orang tua, janganlah menggunakan uang sebagai pengganti waktu ataupun kasih sayang. Bekali anak dengan pemikiran sesuatu yang diperoleh melalui bekerja akan terasa lebih bernilai.

5. Pengawasan anak itu perlu!

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang bermasalah mayoritas berasal dari keluarga yang kurang mengawasi anaknya. Sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dimana anaknya, sedang bersama siapa dan berbuat apa.

Semoga tips dari The Happy Dept kali ini dapat bermafaat bagi Anda para Ibu yang bekerja.

Jangan lupa untuk daftar menjadi bagian dari Happyzen untuk mendapatkan lebih banyak informasi yang tak hanya inspiratif, tapi juga membuat hari Anda lebih bahagia.

Baca juga :  Ciptakan Tradisi Keluarga yang Efektif Membangun Karakter Anak

Happyzen yang beruntung dalam kompetisi akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah tiap bulannya. Siapa tahu Anda dapat membelikan kado baru untuk anak Anda. Jadi tunggu apa lagi? Daftar sekarang juga, ya!

3 likes

Related Post

Leave a Reply