Ingin Jadi Pribadi Positif yang Dicintai Banyak Orang? Cermati 9 Sifat Ini!

Kepribadian Positif

Setiap kali kita bertemu dengan orang negatif, perasaan kesal pun muncul. Ingin rasanya jauh-jauh dari orang tersebut. Buat kita, apa gunanya sih dekat-dekat dengan orang yang hanya membuat hari kita jadi tidak menyenangkan?

Namun apa yang terjadi bila Anda adalah orang negatif tersebut? Bisa saja Anda langsung mengelak “Ah nggak kok, saya bukan orang seperti itu.” Akan tetapi, menjadi orang negatif dan tidak menyadari bahwa dirinya sendiri negatif bisa berakibat berbahaya bagi kehidupan sosial serta kestabilan emosi Anda.

Setiap orang pasti ingin menjadi orang positif. Karena hampir 100% dari orang sukses di dunia ini adalah orang-orang yang memiliki pemikiran positif. Nah cara untuk menjadi positif pertama-tama adalah menyadari sisi negatif dari diri kita sendiri kemudian berusaha menghilangkannya.

Jadi, apa tanda-tandanya kalau Anda negatif?

  1. Anda merasa dikelilingi oleh orang-orang yang tidak kompeten atau tidak bisa diandalkan.

Baik ketika dalam situasi kerja ataupun rumah tangga, orang negatif sering melontarkan hal-hal seperti “Aduh, gitu aja gak bisa” atau “Kenapa sih selalu nyusahin aja.” Orang negatif tidak menyadari bahwa ketika mereka percaya bahwa orang-orang di sekitar mereka tidak kompeten, maka mereka akan menjadi semakin tidak kompeten. Kepercayaan ini berakibat buruk pada pemikiran, karena kecenderungan menyalahkan orang lain menjadi semakin besar. Fokus untuk melangkah maju pun jadi berkurang akibat pesimisme yang tumbuh kuat di sekitar Anda.

  1. Anda Sering Baper (Bawa Perasaan), Mudah Sakit Hati serta Tersinggung.

Anda masih dengan mudah membawa-bawa perasaan Anda dalam kehidupan sehari-hari? Mungkin ini saatnya Anda harus introspeksi diri. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa tersinggung diartikan sebagai emosi negatif. Alasannya ketika sakit hati, akan muncul sebuah anggapan bahwa orang lain salah dan diri sendiri adalah benar. Perasaan menjadi kunci disini. Masalahnya perasaan tidak selalu benar! Perasaan bisa terbentuk dari prasangka-prasangka buruk kita terhadap orang lain. Jadi hati-hati, jangan selalu menggantungkan diri pada perasaan.

Akhirnya kita suka terbawa untuk membela diri “ya tapi kan…..” Stop it. Setiap kita membela diri, malah kita terlihat semakin salah dan semakin negatif.

Baca juga :  Indahnya Persahabatan Prilly Latuconsina dan Jessica Mila

Contohnya, ketika Anda sedang antri di Bank lalu ada petugas yang bilang, “Tolong antri ya.” Dan reaksi kita bisa sesederhana, “Lah, dari tadi saya juga udah ngantri” Kalau Anda masih mudah reaktif atau tersinggung. Dalam buku best seller karya Miguel Ruiz, salah satu kunci kedamaian hati adalah dengan tidak mencampur adukan perbuatan orang lain dengan perasaan kita. Karena pada dasarnya, apa yang orang lain perbuat adalah proyeksi dari pemikiran mereka sendiri yang sebenarnya tidak melulu berhubungan dengan kita.

  1. Anda selalu merasa dirugikan. Seringkali hal-hal yang terjadi itu tidak adil.

“Kenapa sih dia beruntung banget? Saya sial terus.”
“Kenapa sih hidup itu sangat tidak adil?”
“Kenapa sih saya selalu direpotkan? Orang lain gak pernah.”
“Tuh kan, saya memang sampah. Tidak ada yang mau menghargai!.”

Pernahkah Anda berfikir demikian? Apapun itu. Merasakan ketidak-adilan secara tidak langsung sama saja dengan merasa iri atau sirik, dan itu adalah negatif.

Setiap orang pasti pernah terkena musibah di dunia ini, banyak diantaranya adalah musibah yang Anda pikir sungguh merana dan tidak adil. Misalnya bagaimana orang-orang yang kehilangan anggota tubuhnya karena musibah. Mereka bisa saja merasa tidak adil. Namun ada yang memilih untuk tidak merasa rugi dan melanjutkan hidup. Bila Anda membaca kisah hidup Nick Vujicic, Anda akan menyadari bahwa perasaan merugi itu sangat tidak perlu.

Anda kehilangan barang kesayangan Anda? Anda tidak dihargai oleh bos Anda? Bila Anda memilih untuk merasa rugi, Anda akan rugi sungguhan. Sementara bila Anda merasa Anda tidak rugi apa-apa, arus positif akan lebih mendominasi pikiran Anda. Anda pun dapat mencapai banyak hal yang jauh lebih baik dari yang tidak Anda miliki saat ini.

  1. Anda sering pusing (atau sakit)

Pusing disini bukan gara-gara kurang makan atau salah makan. Pusing disini adalah pusing gara-gara terlalu banyak memikirkan semua hal yang negatif. Tahukah Anda bahwa kebanyakan penyakit itu adalah manifestasi pikiran-pikiran negatif?

Baca juga :  Selamat Hari Kartini! Dialah Sosok Wanita yang Patut Dijadikan Teladan

Banyak orang yang mengalami sakit gara-gara stress. Meskipun sakitnya cukup sederhana seperti mag maupun sakit punggung. Namun ada pula yang sampai terkena penyakit parah.

Anda harus pandai-pandai melihat kondisi Anda. Apakah sakit Anda murni karena pengaruh cuaca atau makanan yang salah, ataukah sakit Anda adalah akibat dari pikiran negatif yang terus menerus menekan Anda hingga stress? Deteksilah sesegera mungkin. Bila memang negatif adalah penyebabnya, segeralah merubah pemikiran Anda.

  1. Anda merasa tidak ada atau tidak banyak yang bisa memahami Anda.

Anda merasa bahwa tidak ada yang memiliki pemikiran yang sama dengan Anda. Awalnya Anda merasa Anda memang pribadi yang unik dan spesial sengan pemikiran yang tiada dua. Namun lama kelamaan Anda merasa sendiri. Bahkan Anda merasa teman-teman terdekat pun sulit memahami Anda.

Mengapa ini negatif? Karena kondisi ini berarti bahwa Anda tidak bisa berempati terhadap orang lain. Justru sebaliknya, Anda punya keinginan tinggi untuk dipahami. Bisa dibilang ini adalah fase egois dalam kehidupan Anda.

  1. Anda merasa orang-orang di sekitarmu yang harus berubah.

“Kenapa sih dia selalu begitu?”
“Tuh kan, saya sudah tau banget! Dia pasti bikin kesalahan lagi. Heran, nggak bisa berubah apa!”

Ada seseorang yang bingung kenapa pembantu-pembantunya tidak pernah betah bekerja dengan dia. Dia pun menyalahkan “Pembantu-pembantu jaman sekarang nggak ada yang loyal!”

Ada pula seseorang yang bingung kenapa selama ini selalu gagal dalam pacaran, padalah niatnya sudah serius. “Wanita jaman sekarang tuh apa sih yang dicari! Egois banget mereka semua!”

Banyak yang tidak menyadari bahwa perilaku merekalah yang mengakibatkkan orang lain tidak mau bertahan lama dengan mereka. Banyak atasan yang tidak sadar bahwa mereka sering bertindak semena-mena terhadap bawahannya. Banyak pula pasangan yang tidak sadar perlakuan mereka seringkali menyakiti perasaan orang yang dicintainya.

Pemikiran mereka cukup sederhana: “Kan mereka yang membawa masalah, mengapa saya yang mesti berubah?” Di sini kita terjebak dalam kondisi menolak untuk melihat ke diri sendiri. Selalu orang lain yang salah dan bukan kita.

Baca juga :  Coba Cara Sederhana ini Biar Pernikahan Semakin Harmonis

Apa yang harus Anda lakukan adalah berhenti mempertanyakan orang lain dan justru mencoba keras untuk mempertanyakan ke diri Anda sendiri. Apa yang telah Anda lakukan sehingga orang lain menjauhi Anda. Apa yang secara tidak sadar telah Anda lakukan sehingga orang lain tidak betah bersama Anda?

  1. Anda sulit melihat hal-hal baik yang terjadi untuk Anda syukuri.

Cobalah untuk menemukan 3 hal yang dapat Anda syukuri hari ini. Bila Anda kesulitan untuk menemukannya, Anda bisa saja sedang mengalami kondisi negatif akut. Ditambah lagi bila Anda diminta untuk menemukan 10 hal buruk yang terjadi hari ini, dan justru Anda lancar menjawabnya.

Cobalah rubah pikiran dan sudut pandang hingga Anda dapat melakukan sebaliknya. Yaitu menemukan 10 alasan bersyukur hari ini dengan mudah, serta kesulitan menemukan 3 kejadian buruk.

  1. Anda tidak suka diberi masukan, ataupun kritikan.

Apakah yang Anda rasakan ketika orang lain mengkritik Anda? Rasanya nafas pun menggebu, aliran darah ke otak semakin banyak, telinga memanas. Tidak lama kemudian Anda merasa dunia sedang melawan Anda. Mulai muncul pemikiran “Memangnya dia tahu apa? Saya sudah melakukan hal yang tidak orang lain bisa lakukan! Berani-beraninya dia berkata seperti itu!”

Drama pun dimulai.

Tidak bisa dipungkiri, seringkali masukan atau kritikan itu menyakitkan. Ketika itu menyakitkan, artinya memang ego Anda yang sedang terserang. Cobalah untuk lebih rendah hati ketika menerima kritik. Ini adalah pembelajaran hidup yang harus Anda hadapi.

  1. Anda sering merasa frustrasi, seperti tidak ada lagi yang bisa Anda lakukan.

Frustrasi karena barang ketinggalan. Frustasi karena makanan Anda tidak enak. Frustrasi karena teman telat. Frustrasi karena rekan kerja merepotka. Frustrasi karena rutinitas yang begitu-begitu saja. Frustasi karena hidup Anda tidak berubah. Frustrasi tentang apapun.

Frustrasi adalah kondisi negatif karena membawa energi marah. Apa yang terjadi bila seseorang terus-menerus marah karena hal-hal yang ada di sekelilingnya. Sudah pasti orang itu menjadi sosok negatif yang terkenal di lingkungan sekitarnya.

 

Nah bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memiliki tanda-tanda negatif dalam diri Anda?

4 likes

Related Post

One thought on “Ingin Jadi Pribadi Positif yang Dicintai Banyak Orang? Cermati 9 Sifat Ini!

Leave a Reply