Apakah Sonya Depari Pantas Mendapat Cyberbullying?

Apakah Sonya Depari Pantas Mendapat Cyberbullying?

Berita Sonya Depari, siswi SMA di Medan yang beradu mulut dengan polisi serta mengancam menggunakan nama Arman Depari menyebar luas di media. Beberapa hari berselang, bahkan setelah muncul kabar meninggalnya ayah Sonya Depari akibat penyakit jantung, netizen tetap menghujani pemberitaan Sonya dengan komentar kebencian.

Akun instagram Sonya pun menjadi sasaran empuk para netizen yang ingin melontarkan caci maki. Ratusan kalimat yang melukai hati pun terus menerus dilontarkan oleh orang-orang yang tidak suka dengan perilaku Sonya di video.

Tindakan Sonya Depari memang bukanlah suatu hal yang terpuji. Bahkan bisa dibilang tindakannya melanggar norma yang berlaku. Meskipun masih sulit untuk dikategorikan sebagai tindakan kriminal, tindakan Sonya memang sudah sewajarnya memicu kemarahan masyarakat.

Namun, apakah tindakan Sonya Depari membuatnya pantas untuk terus-terusan dicaci meskipun kini dia dalam kondisi berduka? Kali ini The Happy Dept akan mengajak Happyzen untuk lebih memikirkan tentang masalah cyber bullying yang terjadi di masyarakat.

Popularitas media sosial yang kian meningkat seakan membuatnya jadi tempat terbaik bagi pengguna internet untuk menjalin pertemanan. Namun sayangnya, bukan hanya pertemanan yang bisa dilakukan dari wadah tersebut, aksi tidak baik pun kerap terjadi.

Salah satu dampak buruk yang diakibatkan oleh media sosial adalah aksi bully atau sering disebut cyber bullying. Sedikit berbeda dengan aksi bully di dunia nyata, cyber bullying justru bertolak belakang karena apa yang telah tersimpan di internet maka selamanya akan tersimpan.

Bahkan korban cyber bullying dianggap akan mengalami depresi yang lebih berat ketimbang korban bullying di dunia nyata, karena seperti semua tahu bahwa internet dapat diakses oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Baca juga :  Membaca Karakter Seseorang Berdasarkan Warna Favorit

Kasus yang paling buruk mengenai cyber bullying pernah dialami oleh seorang remaja 16 tahun asal AS yang berakhir pada aksi bunuh diri yang dilakukannya.

Sedemikian buruk efek cyber bullying pada korbannya membuat pengguna media sosial memang harus lebih hati-hati memanfaatkan layanan gratisan tersebut. Terutama bagi kalangan remaja, karena salah-salah, dampak buruk cyber bullying bakal dirasakan selamanya oleh korbannya.

Apa itu Cyber Bullying?

Aksi bully awalnya kerap terjadi pada lingkungan sekolah, namun seiring perkembangan teknologi internet yang demikian maju membuat aksi bully tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah atau pun bermain tapi juga di dunia maya.

Menurut Roslina Verauli, ahli psikologi anak dan keluarga, bully adalah tindakan agresif dan tidak diinginkan yang mencakup kekuatan yang tidak berimbang, memiliki akses mengendalikan hingga menyakiti orang lain.

Kebanyakan aksi bullying memang awalnya cenderung terjadi di sekolah ataupun lingkungan bermain namun biasanya bakal berakhir pada cyber bullying di dunia maya lewat ranah media sosial.

Dampak Cyber Bullying

Dampak yang bisa ditimbulkan akibat tindakan cyber bullying tentunya berkaitan dengan psikologi korbannya, terutama remaja dan anak-anak yang memang masih terbilang labil.

Mulai dari berperilaku pasif, kemurungan tak berkesudahan, hingga kerap merasa cemas bakal dialami korban cyber bullying. Bahkan menurut Roslina Verauli, korban bullying berpotensi besar sebagai pelaku bullying di masa depan.

Hal tersebut mungkin terjadi karena korban cenderung memiliki dendam yang berujung pada pelampiasan ke orang lain. Bahkan lebih buruk lagi, korban bullying yang menjadi pelaku ke depannya mungkin akan memiliki sifat anti sosial ke orang lain.

Kasus terburuk terkait cyber bullying pernah dialami oleh seorang remaja berusia 16 tahun di AS yang bernama Amanda Todd. Akibat memasang gambar yang kurang sopan pada akun media sosial miliknya, remaja tersebut di-bully habis-habisan oleh teman media sosialnya yang notabene adalah teman sekolahnya juga.

Baca juga :  Apakah Bahagia Itu? 10 Definisi Ini akan Menjelaskannya

Alhasil, aksi bullying yang awalnya terjadi di dunia maya akhirnya terbawa hingga ke dunia nyata. Sayangnya, karena aksi bullying yang terus menerus dialaminya, Amanda Todd akhirnya bunuh diri. Diduga hal tersebut dilakukannya lantaran depresi berat akibat aksi bullying yang dialaminya.

Setelah lebih memahami tentang cyber bullying, bagaimana dengan pendapat Happyzen mengenai cyber bullying yang ditujukan pada Sonya Depari? Apakah tindakan yang dia lakukan pantas untuk dihujat sedemikian rupa? Apakah ratusan orang yang melontarkan kalimat tidak menyenangkan pada Sonya patut untuk diapresiasi?

Yang jelas cyber bullying adalah tindakan yang tidak terpuji. Sama dengan tindakan mengancam orang lain. Hentikan cyber bullying sebelum cyber bullying berakibat negatif pada orang lain. Kita tidak akan pernah tahu bagaimana rasa sakit yang dialami orang lain bila kita belum pernah mengalaminya sendiri.

Tuliskan pendapat Anda melalui komentar di bawah ini.

Jangan lupa untuk daftar menjadi bagian dari Happyzen untuk mendapatkan lebih banyak informasi yang tak hanya inspiratif, tapi juga membuat hari Anda lebih bahagia.
Apabila Anda memiliki barang yang membawa kebahagiaan, ceritakan lewat kompetisi #happything. Happyzen yang beruntung dalam kompetisi akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah tiap bulannya.
  like this

Related Post

Leave a Reply