Angel Karamoy Resmi Bercerai. Sulitkah Menghadapi Kehidupan Paska Perceraian?

Angel Karamoy resmi menyandang status janda Steven Rumangkang. Delapan tahun bersama, Angel Karamoy akhirnya harus mengakhiri bahtera rumah tangganya dengan Steven Rumangkang. Keduanya sepakat bercerai lantaran menilai tidak ada kecocokan lagi dalam biduk rumah tangga mereka. Bahkan menurut kuasa hukum Angel Karamoy, Yohan Christanto keduanya kerap bertengkar sejak akhir 2015. Perceraian keduanya memang tidak tercium media, Steven dan Angel sepakat tidak mengumbar perceraiannya.

Komunikasi yang sudah tak lagi berjalan lancar disebut jadi penyebab Angel dan Steven memutuskan bercerai. Selama menikah, mereka dikaruniai dua orang anak yakni Lovely Maria Rumangkang dan Junio McKenzie Rumangkang.

Seusai perceraian kehidupan akan lebih suli untuk dijalani. Untuk itu The Happy Dept akan memberikan tips bagaimana cara menghadapi kehidupan setelah bercerai.

Wajib berdamai dengan si mantan
Berdamai dengan si mantan bukanlah hal yang mudah dan butuh waktu untuk bisa betul-betul mencapai perasaan ‘damai’ atau ‘sepakat’ untuk tetap fokus pada kebutuhan anak meski Anda sudah berpisah. Bila masih memungkinkan untuk terjadi, Anda bisa
berdiskusi dengan mantan, hal-hal apa yang bisa mereka lakukan untuk kepentingan anak, seperti memikirkan masa depan atau sekolah si anak. Untuk bisa berdamai dengan si mantan, Anda pun harus ‘berdamai’ dengan diri anda sendiri dahulu; dengan tidak menyesali diri, menyalahkan diri atau mantan. Berdamai dengan diri sendiri akan membantu Anda untuk berdamai dengan ‘musuh’ Anda.

Menjaga perasaan anak
Perceraian  meninggalkan luka batin pada anak. Terutama balita, dia akan menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab perceraian Anda. Setelah Anda berhasil membantu anak melewati masa sulit  perceraian, Anda kini punya tugas baru. Yakni membantu anak menerima calon teman hidup Anda. Bicara dengan anak, apa yang sedang Anda alami dan apa yang dapat dia lakukan untuk membantu Anda dalam masa ini. Hindari menjelek-jelekkan mantan pasangan Anda, fokuslah pada hal-hal positif yang akan terjadi. Hal ini
akan membuat anak merasa dilibatkan dan memiliki ‘kekuasaan.’

Baca juga :  Sudah Berkunjung ke IIMS? Ini Tips Membeli Mobil Untuk Anda

Anda harus peka, dengan memerhatikan kata-kata dan gerak-gerik anak apakah dia siap  untuk menerima pasangan baru Anda. Jangan berharap anak akan menerimanya dalam sekejap. Secara bertahap, beri dia pengertian tentang kemungkinan Anda memiliki
pasangan baru dan bagaimana hal itu  akan mendatangkan kebahagiaan baginya. Ketika Anda merasa kesulitan untuk memahami apa yang dirasakan anak anda, janganlah segan untuk bekerja sama dengan psikolog anak.

Buatlah rencana
Cobalah untuk membuat rencana secara keseluruhan meliputi aspek emosional, fisik, intelektual dan spiritual. Jika Anda memiliki anak, putuskan apa yang akan dilakukan dengan mantan. Mulai dari aspek keuangan untuk membesarkan anak. Dari segi fisik, sudah saatnya Anda merubah penampilan dengan berolahraga teratur atau menurunkan berat badan. Selain itu persiapkan masa depan untuk mendapatkan promosi di tempat kerja atau mengejar hobi baru.

Buat tim dukungan
Sekelompok teman atau sahabat baik akan membantu Anda melalui proses penyembuhan paska perceraian. Pertimbangkan untuk berkomunikasi berkualitas dengan mereka dan melakukan aktivitas untuk menghilangkan rasa kesepian.

Kembali menemukan jati diri
Nikmati dan lakukan kegiatan saat Anda lajang (setelah bercerai). Sesuaikan kegiatan itu dengan kehidupan Anda sekarang. Benahi diri apa yang Anda butuhkan, apa yang disukai saat ini.

Semoga tips ini bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa download ebook 101 Jurus Ampuh untuk Ibu Rumah Tangga agar Anda lebih mudah menjalani hari-hari Anda apalagi sebagai single parent.

  like this

Related Post

Leave a Reply