Alasan untuk Tidak Iri Saat Melihat Media Sosial Orang Lain

Alasan untuk Tidak Iri Saat Melihat Media Sosial Orang Lain

Media sosial memengaruhi seseorang dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menciptakan suatu standar kehidupan yang tampak pada media sosial. Banyak orang memposting momen-momen berharga di media sosial, misalnya liburan keluar negeri, makan di restoran mewah, berpose dengan barang branded, maupun foto mesra dengan pasangan. Tak jarang pula mereka yang memiliki paras menawan dan tubuh bak model mampu meraih followers hingga ratusan ribu dan mendapat endorse produk tiap harinya. Semua seringkali dikarenakan kepandaian orang-orang tersebut dalam menampilkan postingan “wow” di akun media sosial mereka.

Saat menggulirkan jari-jari di layar gadget sambil membuka media sosial, terkadang rasa iri dengan kehidupan orang lain tak bisa dihindarkan. Maklum saja, orang lain tampak begitu bahagia dengan mengunggah foto-foto mereka.

Sementara Anda? Hanya berada di kamar menghabisi akhir pekan yang masih lama. Atau bahkan harus bekerja untuk mengisi akhir pekan Anda yang berharga. Namun sebenarnya, rasa iri itu seharusnya bisa dikontrol.

Caranya adalah dengan mengingat semua yang diunggah orang di media sosial tidak selalu benar. Seringkali, banyak kepalsuan yang terjadi di sana.

Psikolog asal Inggris, Alan Redman, mengatakan ada cara ampuh untuk menyingkirkan efek depresi dari penggunaan media sosial. Cara itu adalah sadar bahwa apa pun yang diunggah di media sosial tidak selalu apa yang sebenarnya terjadi.

Kebanyakan foto yang diunggah di media sosial biasanya sudah melewati proses editing yang membuat segalanya tampak lebih sempurna. Maka, janganlah anggap itu sesuatu yang menakjubkan sehingga menimbulkan rasa iri. Selain itu Anda tidak bisa menilai seseorang melalui media sosial karena sudah sewajarnya seseorang hanya memposting momen bahagia dalam hidupnya di media sosial. Kita tidak tahu beragam masalah yang disembunyikan oleh orang tersebut.

Baca juga :  Banyak Bersedih dalam hidup? Tingkatkan Hormon Bahagia dengan 10 Cara Alami

Untuk mencegah depresi, Anda pun seharusnya tidak langsung memercayai hal-hal yang dikatakan secara online. Ini karena Anda tidak tahu apa arti sebenarnya dari yang mereka katakan, apakah itu sarkasme atau bukan?

Anda bisa lebih baik menilai perkataan seseorang jika Anda bertemu langsung dengan orang tersebut. Sebab, Anda bisa menilai nada dan gesture saat ia berbicara sehingga memahami maksud dari perkataannya.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki masalah mereka masing-masing. Jangan pernah merasa paling menderita hanya karena melihat media sosial orang lain yang penuh kebahagiaan. Definisikan lah kebahagiaan Anda sendiri dan jangan membandingkannya dengan orang lain.

Please use social media wisely!

Jangan lupa daftar untuk menjadi bagian dari Happyzen untuk mendapatkan lebih banyak informasi yang tak hanya inspiratif, tapi juga membuat hari Anda lebih bahagia.
Apabila Anda memiliki barang yang membawa kebahagiaan, ceritakan lewat kompetisi #happything. Happyzen yang beruntung dalam kompetisi akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah tiap bulannya.

sumber: liputan6

2 likes

Related Post

Leave a Reply