5 Cara Mengajarkan Anak Disiplin Tanpa Kekerasan

Mengajarkan Anak Disiplin www.thehappydept.com

Disiplin Bisa Diajarkan Tanpa Kekerasan. Setiap orang tua pasti memiliki caranya sendiri dalam mengajarkan anak disiplin. Memang tidak mudah. Alih-alih berhasil, ada kalanya perilaku si anak justru memancing Anda jadi emosi betulan—sehingga tanpa sadar: keluarlah omelan, bahkan pukulan!
Sayangnya, disiplin tidak dapat diajarkan dengan cara kekerasan. Apalagi, mengingat maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang kadang kala terjadi lantaran masalah sepele. Sebenarnya, kita bisa mengelola disiplin pada anak, kok. Terutama, mengingat disiplin penting untuk memperbaiki perilaku anak, seperti mengajarkannya mengendalikan diri, menghargai orang lain, hingga peduli terhadap lingkungan. Nah, sebagai panduan, berikut adalah lima cara mengajarkan anak disiplin, tentu saja: tanpa kekerasan.

1. Tenangkan Diri

Ketika mulai marah, ada baiknya untuk menarik napas dalam-dalam terlebih dulu, lalu embuskan dengan perlahan. Jangan biarkan Anda melakukan satu tindakan apa pun, ketika marah. Jika perlu, segera “amankan” diri Anda, misalnya dengan mengungsi ke kamar. Ingatlah, tindakan yang dilakukan ketika marah—baik melalui perbuatan maupun ucapan—tidak akan menghasilkan sesuatu kecuali kehancuran.
Setelahnya, Anda bisa memikirkan apa yang harus Anda lakukan sebagai solusi. Nah, untuk hasil yang lebih baik, segera diskusikan dengan si anak—termasuk memintanya menyadari kesalahan dan meminta maaf.

2. Jadilah Tegas

Mudah bagi Anda untuk mengikuti keinginan “memukul” atau sekadar “mengomel” ketika anak tidak mau mengikuti perintah/saran Anda. Sayangnya, hal itu bukanlah sesuatu yang benar. Sebaliknya, sampaikan kemauan Anda—betapa pun itu sulit—dengan cara yang lebih halus, namun tetap tegas.
Samakan posisi Anda dengan si anak, pegang pundaknya, lalu tatap matanya sembari mengatakan keinginan Anda. Hindari memukul, menjewer, mencubit, mengomel, memakinya, atau tindakan lain yang dapat “menyakiti” fisik maupun mentalnya. Alih-alih disiplin, hal ini justru akan membuatnya menderita atau justru menyimpan dendam!

Baca juga :  5 Jurus Ampuh Membuat Bayi Tertawa

3. Berikan Penjelasan

Berikan penjelasan yang logis dan masuk akal terhadap semua hal yang tidak Anda sukai, yang mungkin dilakukan oleh anak Anda. Meski begitu, hindarilah berceramah. Ajaklah si anak untuk mengobrol dan berdiskusi, seperti memberikan pertanyaan (yang dia jawab sendiri), lalu buatlah kesepakatan. Ini bisa berupa konsekuensi yang harus si anak terima, ketika dia terus saja melakukan perbuatan yang melanggar aturan.

4. Pahami Si Anak

Bagaimanapun, pahami sifat umum ini: anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan gemar mencoba hal baru. Ini sebabnya, sekali waktu, cobalah tempatkan diri Anda di posisi si anak, lalu maklumi tindakannya ketika ia membanting semua barang di atas meja; berkotor-kotor di halaman belakang; atau memanjat pohon.

5. Jadilah Teladan Dalam Mengajarkan Anak Disiplin

Buah tidak akan jatuh, jauh dari pohonnya. Apa pun perilaku Anda, sangat mudah potensinya untuk ditiru oleh si anak. Maka sebelum Anda mengharapkan anak Anda melakukan hal-hal yang menyenangkan hati, berilah dia contoh dan jadilah konsisten dengan keputusan maupun aturan yang sudah dibuat. Jangan sekali-kali bersikap plin plan, apalagi menyelesaikan masalah dengan kekerasan.
Itulah lima cara mengajarkan anak disiplin tanpa kekerasan. Selamat mencoba! Ini bisa menjadi salah satu tips bahagia yang dapat Anda terapkan dalam keluarga Anda. Jadilah lebih bahagia dan dapatkan beragam kesempatan menarik untuk memenangkan hadiah dan ebook gratis dengan mendaftar menjadi bagian dari happy community.

20 likes

Related Post

Leave a Reply